Tampilkan postingan dengan label handycraft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label handycraft. Tampilkan semua postingan
Januari 03, 2011
celengan dari kaleng bekas
nah ini salah satu uji kreatifitas juga, karena masih ada sisa flanel dirumah....iseng iseng bikin celengan buat salah satu murid paud ku yang ulang tahun. idenya taman bunga dan banyak kupu kupu. yah lumayan juga buat pemula....
Februari 24, 2010
wirebeads


setelah stuck di clay, mulai lagi pencarianku akan hobi. masuklah ke blognya koleksi kikie. di situ aku seperti tersihir dan tergoda untuk bisa bikin bros, gelang atau kalung sendiri. saat itu aku fikir, mungkin ini dia yang aku cari. sering berkunjung kesitu menjadi pembaca setia blognya, akhirnya aku beli buku2 dari kie. buku nilma hoffmann yang lumayan mahal ,dan buku yang kie buat sendiri ditambah bahan2nya. setelah semua itu aku beli, semangat 45 aku ngerjainnya. sampai jam 1 malam selama 1 minggu. apa yang ada di buku itu aku ikutin semuanya, aku juga minta suamiku nganter ke pasar pagi yang jauh banget dari rumahku hanya untuk membeli batu2 yang mau aku bikin sebagai gelang dan kalung. tapi setelah sebulan apa yang terjadi...rasa jenuh itu muncul lagi, setelah semua yang diperintah oleh kie dan buku2 itu aku coba semua dan bisa, aku merasa sudah tidak ada lagi tantangannya dan tidak ada ide kreatif yang mucul di kepalaku. berarti bukan ini yang aku cari. oke lah....buku2 itu aku masukan kembali ke lemari. pfhuf......
clay


aku tuh suka banget sama manusia kreatif yang bisa menghasilkan stuff yang lucu2. terinspirasi dari blognya sita. jadi penasaran sama yang namanya clay.Tadinya aku pikir Clay sejenis dengan lilin mainan (plastisin) yang sering dipakai anak-anak bermain. Tapi ternyata, clay di buat dari bahan makanan, yang apabila disimpan atau dijemur, bentuknya akan mengeras dan menyerupai porcelain, beda dengan lilin mainan yang biasanya akan tetap elastis meskipun disimpan beberapa lama. Kebanyakan bahan dasar Clay adalah roti tawar, tapi beberapa pakar clay bilang, jika bahan dasarnya dari roti tawar, akan mudah berjamur. Nah, sesuai anjuran mereka juga, akhirnya saya ganti bahan dasarnya dengan tepung maizena yang lebih awet dan bagus dalam pewarnaan.
Tahap pembuatannya juga lumayan mudah, pertama kita campurkan tepung maizena, minyak sayur, lem putih dan pewarna makanan, lalu kita uleni hingga warna tercampur rata dan clay tidak menempel di telapak tangan. Nah, setelah itu kita bisa membentuknya sesuai selera. awalnya penasaran dan semangat banget, apalagi sudah beli buku tentang clay di gramedia. tapi ternyata proses pembuatannya gak semudah itu. contohnya harusnya aku bikin orang dengan warna kulit, tapi warnanya gak pernah pas, tangan atau kaki kiri kanan beda, matanya, hidungnya dll. dan itu semua butuh kesabaran dan harus telaten loh, gak boleh bosan dan jangan pantang menyerah. walau aku sudah invest di clay dengan membeli bukunya yang lumayan. tapi akhirnya aku menyadari bahwa clay tidak cocok untuk aku. karena prosesnya tidak membuat aku fun, tapi malah membuat aku jenuh dan dan tidak ingin lagi. sekali lagi buku2 tentang craft clay aku masukin ke lemari. ya sudah lanjut lagi cari craft yang lain...
Langganan:
Postingan (Atom)
